Saturday, June 20, 2026

Pilgrimage to Our Lady of Mercy Grotto Sekincau

Pilgrimage to Our Lady of Mercy Grotto
Sekincau, West Lampung, Indonesia
June 18, 2026

We came to West Lampung as part of our ministry and business mission through Miora. This journey was not only about work and building a better future, but also about serving others, encouraging people, and becoming a blessing wherever God sends us.

That morning, we woke up early and at 5:00 AM set out for Our Lady of Mercy Grotto (Gua Maria Bunda Kerahiman) in Sekincau, West Lampung. The cold mountain air did not discourage us. Instead, it strengthened our desire to visit this sacred place, pray, and give thanks to God.

The grotto was only about ten minutes from where we were staying. When we arrived, the main gate of the complex was still closed, so we parked our car outside and walked toward the grotto. Yet even before entering, we already felt a sense of peace and anticipation in our hearts.

Michael and I then lit candles and prayed before the statue of the Blessed Virgin Mary. In the silence of the early morning, we entrusted our lives, our family, our ministry, and our future into God's loving hands through the intercession of Our Blessed Mother.

We also took time to pray the Rosary together. With every prayer, our hearts were strengthened in faith, hope, and love. We truly believe that this pilgrimage was not a coincidence, but a special invitation from God and the Blessed Virgin Mary for us to draw closer to Him.

It was a beautiful spiritual experience and a precious blessing from God. We came in simplicity, prayed in silence, and returned with hearts filled with peace, gratitude, and renewed strength for the journey ahead.

Thank You, Lord, for this grace-filled pilgrimage.

Blessed Mother Mary, pray for us.

May God bless us all ❤️

Dr. Manuntun Sitinjak

#OurLadyOfMercyGrotto
#Sekincau
#WestLampung
#PilgrimageOfFaith
#BlessedMotherMary

Friday, June 19, 2026

Dari Mimpi Sederhana Menjadi Doktor

Gelar Doktor dari UNTAR 2 Juni 2026

Perjalanan Panjang Sebuah Impian

Dari Mimpi Sederhana Menjadi Doktor

Oleh: Dr. Ir. Manuntun Sitinjak, M.M.

Jika ada yang bertanya kepada saya, "Apa pencapaian terbesar dalam hidup Anda?" maka salah satu jawabannya adalah ketika saya dinyatakan lulus dalam Ujian Terbuka Promosi Doktor di Universitas Tarumanagara pada tanggal 2 Juni 2026.

Namun sesungguhnya, kisah ini bukanlah tentang gelar doktor.

Ini adalah kisah tentang mimpi, perjuangan, kegagalan, ketekunan, dan pertolongan Tuhan yang menyertai setiap langkah kehidupan saya.

Saya lahir dan dibesarkan dalam keluarga sederhana di Kampung Siamporik, Desa Sitinjak, Kabupaten Samosir. Dari kampung kecil itulah saya belajar tentang kerja keras, kesederhanaan, dan pentingnya pendidikan. Dengan penuh rasa syukur, saya menjadi sarjana pertama di kampung saya, dan kemudian menjadi doktor pertama. Bagi saya, pencapaian ini bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga bukti bahwa siapa pun dapat meraih mimpi besar, tidak peduli dari mana ia berasal.

Dinyatakan Lulus Doktor 2 Juni 2026

Seperti banyak anak muda lainnya, saya memiliki mimpi untuk hidup lebih baik, membahagiakan keluarga, dan memberikan manfaat bagi banyak orang. Perjalanan pendidikan membawa saya menyelesaikan studi sebagai Insinyur Elektro. Setelah lulus kuliah, saya memulai karier sebagai karyawan di sebuah pabrik. Masa-masa tersebut memberikan banyak pelajaran berharga tentang disiplin, profesionalisme, dan pentingnya bekerja dengan sungguh-sungguh.

Namun perjalanan menuju mimpi tidak selalu mudah. Dalam perjalanan hidup, saya menghadapi berbagai tantangan. Ada masa-masa ketika segala sesuatu berjalan sesuai rencana, tetapi ada juga saat-saat ketika kenyataan tidak seindah harapan. Saya belajar bahwa kesuksesan bukanlah jalan lurus. Kesuksesan adalah kumpulan dari ribuan keputusan kecil untuk tetap melangkah meskipun keadaan tidak selalu mendukung.

Setelah bekerja belasan tahun, muncul keinginan kuat dalam diri saya untuk beralih dan terjun ke dunia bisnis. Saya ingin memiliki dampak yang lebih besar dan mengembangkan potensi diri secara lebih luas. Dalam proses pencarian tersebut, saya akhirnya mengenal dan terjun ke bisnis MLM. Pengalaman ini menjadi titik balik yang mengubah cara pandang saya tentang bisnis, kepemimpinan, dan pengembangan diri.

Melalui bisnis MLM, saya belajar bahwa potensi manusia sesungguhnya sangat besar. Saya semakin yakin bahwa setiap orang memiliki kemampuan yang luar biasa dan pada dasarnya tidak terbatas, selama mau terus belajar, bertumbuh, dan mengembangkan dirinya. Dunia MLM mengajarkan saya tentang kepemimpinan, membangun tim, menghadapi penolakan, menciptakan sistem, serta membantu orang lain mencapai kesuksesan.

Pemasangan Toga oleh Rektor UNTAR 

Keinginan untuk berbagi pengalaman dan pembelajaran tersebut mendorong saya untuk menulis sebuah buku berjudul Creating More Quality Leaders in MLM Business. Buku tersebut telah memperoleh ISBN dan diterbitkan oleh IPB Press. Melalui buku itu, saya berharap dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kepemimpinan dalam industri MLM serta menginspirasi lebih banyak orang untuk melihat potensi besar yang ada dalam diri mereka.

Salah satu pelajaran terbesar yang saya pelajari adalah pentingnya terus belajar. Dunia berubah begitu cepat. Apa yang berhasil hari ini belum tentu berhasil esok hari. Karena itu saya terus mencari pengetahuan baru, mengikuti perkembangan teknologi, dan berusaha mengembangkan diri.

Keinginan untuk terus belajar dan berkontribusi pada pengembangan keilmuan serta industri MLM akhirnya membawa saya kembali ke dunia akademik. Pada Februari 2023, saya memutuskan untuk memulai perjalanan pendidikan doktoral di Universitas Tarumanagara Jakarta. Menempuh pendidikan doktoral bukanlah keputusan yang mudah. Di tengah kesibukan memimpin perusahaan, membina jaringan, mengajar, menulis, dan berbagai tanggung jawab lainnya, saya harus meluangkan waktu untuk membaca, meneliti, menulis, dan menyelesaikan disertasi.


Banyak malam yang dihabiskan di depan komputer. Banyak revisi yang harus dilakukan. Banyak tantangan yang harus dihadapi. Namun setiap kali merasa lelah, saya selalu mengingat alasan mengapa perjalanan ini dimulai.

Pada akhirnya, tanggal 2 Juni 2026 menjadi salah satu hari yang tidak akan pernah saya lupakan. Setelah melalui perjalanan yang panjang, saya berhasil menyelesaikan pendidikan doktoral dan meraih gelar Doktor.

Saat itu saya menyadari bahwa gelar tersebut bukanlah garis akhir. Gelar doktor hanyalah sebuah tonggak dalam perjalanan hidup yang masih panjang. Yang lebih penting adalah bagaimana ilmu, pengalaman, dan kesempatan yang Tuhan berikan dapat digunakan untuk melayani dan memberkati lebih banyak orang.

Hari ini saya semakin yakin bahwa mimpi dapat menjadi kenyataan apabila disertai dengan iman, kerja keras, ketekunan, dan tindakan nyata yang dilakukan setiap hari.

Karena sesungguhnya masa depan tidak dibangun dalam satu hari, tetapi dibangun dari apa yang kita lakukan hari ini.

Dan itulah filosofi yang terus saya pegang:

Action Hari Ini, Ubah Masa Depan.

Tuhan memberkati.

Dr. Ir. Manuntun Sitinjak, M.M.